Jangan marah ataupun gusar jika Anda menemukan isi postingan yang ada di blog ini sama seperti yang pernah Anda baca/tulis karena blog ini memang dikhususkan sebagai dokumen/perpustakaan bagi saya. :D Semoga saja informasi di dalamnya bisa membantu Anda dan saya, tentu saja.
Sabtu, 27 Agustus 2011
Menyimpan Asi
Sumber: http://id.berita.yahoo.com/menyimpan-asi-100124656.html
Republika – Kam, 25 Agu 2011
Dedi Setiawan, IBCLC.
Tim Konselor Laktasi Kemang Medical Care
*Yang diambil di blog ini hanya jawabannya saja*
1. Beli kulkas baru?
Seberapa sering kulkas dibuka, jika memang dalam sehari kulkas sering dibuka sehingga bisa menjadikan suhu di dalam kulkas tidak terlalu dingin, mungkin perlu dipertimbangkan untuk membeli kulkas khusus guna menyimpan ASI. Namun jika kulkas jarang dibuka dan tidak banyak benda-benda yang berada di dalamnya, maka bisa mempergunakan kulkas lama. Yang perlu diperhatikan adalah kadar kedinginan suhunya, yang ideal adalah 0°- 4° celcius untuk bagian yang di luar freezer, dan sekitar -15° celcius untuk bagian freezer kulkas satu pintu
2. Freezer atau kulkas?
Yang perlu dipertimbangkan adalah berapa lama kebutuhan penyimpanan ASI perah tersebut. Bagian freezer kulkas satu pintu (suhu -15° celcius) dapat tahan menyimpah ASI perah selama dua minggu. Sedangkan untuk kulkas dua pintu, bagian freezer-nya (suhu -18° celcius) dapat menyimpan ASI perah sampai dengan jangka waktu tiga bulan. Jika membutuhkan jangka waktu lebih lama lagi untuk menyimpan ASI perah, maka penggunaan freezer tunggal dapat dipertimbangkan.
3. Jumlah minimum persediaan ASI perah.
Sebenarnya tidak ada jumlah minimum yang harus bisa dicapai ibu untuk bisa menyiapkan cadangan ASI perah. Yang disarankan, ibu memerah dan menyimpan stok sebanyak-banyaknya, jika mungkin proses ini dimulai sekitar satu bulan sebelum mulai masuk kerja kembali. Tujuannya agar ibu semakin terbiasa memerah ketika masuk kerja nanti dan untuk menyiapkan cadangan ASIP.
4. Wadah ASI perah.
Untuk penyimpanan, dapat menggunakan botol kaca, botol plastik PP, atau plastik untuk ASI
5. Memerah langsung ke dalam botol?
Yang disarankan untuk penampung ASI ketika memerah adalah wadah yang bermulut lebar (misalnya mangkuk kecil), karena jika memerah dengan tangan, dan teknik memerahnya baik, biasanya ASI akan memancur keluar dari payudara dengan deras. Jadi cukup menyulitkan jika langsung ditampung dengan botol. Selain itu pembersihan wadah dengan mulut lebar juga akan lebih mudah. Jadi sebaiknya untuk penampungan awal hasil pemerahan menggunakan wadah bermulut lebar, kemudian baru dipindahkan ke wadah yang akan dipakai sebagai tempat penyimpanan ASI perah tersebut di kulkas atau freezer.
Semoga bermanfaat.
Kamis, 25 Agustus 2011
Es Koktail Selasih Menggugah Selera
Sumber: http://id.custom.yahoo.com/ramadan/kuliner-article/es-koktail-selasih-segar-dan-penghilang-dahaga-345
fajarap | Monday, August 1, 2011 11:31 AM WIT
Bahan:
200 g semangka, potong bulat
200 g anggur hijau, cuci bersih, potong-potong
150 g jeruk mandarin kalengan
150 g stroberi, potong-potong
½ sdm biji selasih, rendam air matang hingga mengembang
300 g potongan es batu
Air Gula:
700 ml air
150 g gula pasir
60 ml syrup rasa leci
5 buah cengkih
4 cm kayu manis
Cara Membuat:
1.Didihkan air, masukkan gula pasir, kayu manis, dan cengkih. Masak hingga mendidih. Angkat. Masukkan syrup buah leci, aduk rata. Dinginkan.
2.Campur potongan semangka, stroberi, anggur, biji selasih dan jeruk mandarin ke dalam air rebusan gula. Aduk rata. Dinginkan di dalam kulkas selama 3 jam.
3.Tuang koktail beserta isinya ke dalam gelas saji. Tambahkan beberapa potong es batu. Hidangkan.
Untuk 8 Porsi
Tips: Buah bisa diganti dengan potongan nanas, pepaya, blewah atau buah lain sesuai selera.
Budi Sutomo adalah penulis gizi dan kuliner.
Langganan:
Postingan (Atom)