Rabu, 10 Agustus 2011

Kenali Bahasa Cinta Kamu dan Pasangan


Sumber: http://id.berita.yahoo.com/kenali-bahasa-cinta-kamu-dan-pasangan-015041834.html


Di dalam kehidupan ada berbagai macam bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Namun, untuk dua orang dapat berkomunikasi, keduanya harus mengerti bahasa yang dipergunakan dalam pembicaraan. Cinta pun demikian. Secara garis besar, Dr. Gary Chapman, seorang marriage counselor membagi bahasa cinta ke dalam 5 bahasa. Apa saja kelima bahasa cinta tersebut?


1. Receiving Gifts
Bahasa cinta ini bukanlah materialisme. Seseorang yang memiliki bahasa cinta ini melihat cinta dibalik pemikiran dan usaha pemberi hadiah. Kamu akan merasa dimengerti, diperhatikan, dan dihargai lebih dari segala pengorbanan yang diusahakan oleh si pemberi untuk memberikan hadiah tersebut kepada kamu.


2. Quality Time
Bagi kamu yang berbicara bahasa cinta ini, tidak ada yang lebih membuat kamu merasa dicintai selain “full, undivided attention” dari pasangan. Gangguan seperti pasangan tidak mendengarkan saat kamu bercerita, sibuk menerima telepon atau chatting di Blackberry saat bersama kamu akan membuat kamu merasa di nomor dua-kan. Merasa tidak dicintai.


3. Words of Affirmation Actions
Don’t always speak louder than words. Well, setidaknya tidak bagi kamu yang bahasa cintanya adalah perkataan. Untuk kamu, kata pujian dan ucapan “I love you” akan membuat jiwa kamu seperti naik ke awan-awan. Sebaliknya, kritik atau kata-kata yang pedas akan membuat kamu merasa tersakiti.


4. Acts of Service
Apakah mencuci baju merupakan bahasa cinta? Absolutely! Apa saja yang dilakukan oleh pasangan untuk meringankan beban kamu adalah sebuah ungkapan cinta bagi kamu yang bahasa cintanya adalah “acts of service”. Uluran tangan pasangan adalah hal yang menyentuh hati kamu. Akibatnya, apabila pasangan kamu menolak atau tidak melakukan janjinya untuk membantu kamu, kamu akan merasa perasaan kamu tidak dihargai.


5. Affection
Bahasa kasih ini bukanlah melulu tentang sex. Seseorang dengan bahasa kasih ini merasa disayang saat pasangannya memeluk, memegang tangan, atau mengelus rambutnya dengan tangan. Kamu yang memiliki bahasa cinta yang satu ini akan merasakan keintiman, perasaan disayangi dan dilindungi saat mendapatkan sentuhan. Karena itu, physical presence menjadi penting. Kecuekan dari pasangan atau kekerasan akan sangat menyakiti hati kamu.

Bahasa cinta Mia adalah gift. Saat ia menerima hadiah meskipun itu hanya hadiah kecil, ia merasa dicintai. Sayangnya, John, tidak mengerti bahasa cinta Mia. Bahasa cinta John adalah affection. Ia menunjukkan rasa cintanya pada Mia dengan menggandeng tangan Mia saat berjalan-jalan, dan memberi pelukan erat saat Mia menghadapi masalah. Karena mereka tidak mengerti tentang perbedaan bahasa cinta ini, Mia merasa tidak dicintai sedangkan John kebingungan karena tidak mengerti bagaimana harus bersikap supaya Mia percaya akan cintanya.

Begitu juga Rasti, yang memiliki bahasa cinta quality time tetapi suaminya berbicara cinta dengan words of affirmation. Saat Rasti membutuhkan kehadiran suaminya, sang suami tidak bisa menemani karena sibuk bekerja. Bagi sang suami, ia menunjukkan cinta dengan bilang "I love you", “I miss you” atau dengan memberi tahu Rasti betapa bahagia dirinya mempunyai istri seperti Rasti. Tetapi karena perbedaan bahasa cinta, Rasti merasa bahwa suaminya hanya pintar berbicara manis. Jadi, siapa yang salah? Tidak ada yang salah karena sebenarnya yang laki-laki dan yang perempuan keduanya saling mencintai. Mereka menunjukkan cinta dengan bahasa cinta masing-masing. Sayangnya, perbedaan bahasa cinta menciptakan kesalahpahaman dan jarak dalam hubungan mereka.

Untuk itu, Dr. Gary Chapman menyarankan agar setiap pasangan mencari tahu apa bahasa cinta mereka, dan bahasa cinta pasangannya. Kamu bisa click di untuk mengetahui bahasa cinta kamu. Ajak pasangan untuk mengisi test yang sama.

Setelah kalian mengetahui bahasa cinta masing-masing, beradaptasilah. Cobalah melakukan hal yang sesuai dengan bahasa cinta pasangan kamu. Ajaklah juga pasangan kamu untuk berbicara cinta pada kamu dengan bahasa cinta kamu. Dengan begitu, kamu dan pasangan sama-sama merasa dicintai. Setuju?

Terjebak dalam Hubungan Tanpa Status


Sumber: http://id.berita.yahoo.com/terjebak-dalam-hubungan-tanpa-status-015041424.html
Oleh Nastassya Saputra | FIMELA.com – 20 jam yang lalu

Sebagian laki-laki mungkin tidak mau berkomitmen dengan dalih sedang fokus mengejar karirnya, beberapa takut tidak bisa memberikan cukup perhatian karena ada masalah besar yang sedang dihadapi, sampai yang jelas-jelas bilang bahwa dia emotionally unavailable.Tetapi walaupun demikian, dia tetap saja mengajak kamu kencan pada akhir minggu, memberikan kata-kata manis dan tidak jarang memulai physical touch seperti peluk dan cium yang membuat kamu bingung setengah mati.

Kamu pun kemudian curhat kepada sahabat untuk membahas secara detil dan menganalisa 1001 macam kemungkinan mengapa hubungan kalian tetap belum juga official. Sounds familiar?Guess what, does not matter what excuses he gave you, faktanya simpel. He does NOT want to give his commitment to you. Period.

Ini adalah hasil temuan berdasarkan interview dan ngobrol-ngobrol dengan sekian banyak laki-laki yang pernah menggunakan berbagai macam alasan untuk menghindari komitmen. Mereka semua satu suara dan dengan gamblang menyatakan bahwa it’s just an excuse. Really?Menurut para laki-laki, pada waktu mereka yakin bahwa kamu adalah sosok yang tepat, mereka akan berusaha supaya kamu jadi miliknya, dan bahkan ingin the whole world knows you’re with him.

Kesibukan di kantor dan problem lainnya tidak akan menghalangi laki-laki mana pun untuk bisa bersama dengan perempuan yang mereka cintai.Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan jika kamu sekarang sedang terjebak dalam hubungan tanpa status atau HTS ini?


1. Give him a hint of what you want
Ajak dia untuk berbicara sehingga dia mengerti bahwa kita menginginkan suatu kejelasan dalam hubungan ini. Pembicaraan ini cukup dilakukan sekali saja, dan tidak dengan nada memohon apalagi emosi. Sebagai dua manusia dewasa, tentunya pembicaraan ini sebaiknya dilakukan dengan kepala dingin.


2. Keep a distance
Setelah dia cukup mengerti akan concern kamu, jangan ungkit masalah ini lagi dan berikanlah dia jarak dan waktu untuk berpikir. Selama masa ini, act as a friend dimana kamu tetap dapat bertemu dan berbicara secukupnya namun tahan diri untuk tidak memulai kontak terlebih dahulu. Hindari sikap manja dan segala bentuk physical contact yang hanya membuat kita terjerumus kembali ke dalam hubungan tanpa status yang ingin dihindari tersebut.


3. Set a deadline
Tentukan suatu batas waktu dimana kamu memberikan kesempatan untuk dia berkomitmen. Satu syaratnya, jangan pernah memberi tahu dia tentang deadline ini atau kamu akan terkesan sedang memberikan ancaman.


4. Komitmen
Kamu pun harus berkomitmen bahwa jika sampai batas waktunya dia tidak juga mau memberikan komitmen, kamu harus berani berkata goodbye.Pada akhirnya, apakah kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai, atau kamu mendapatkan kembali kebebasan dan kesempatan untuk menemukan laki-laki yang lebih tepat untuk kamu; keadaan kamu dijamin lebih baik because you are free from confusion! Bagaimana dengan kamu, apakah kamu pernah terjebak dalam hubungan tanpa status atau malahan sedang mengalaminya?